Khasiat Herbal Blustru

BLUSTRU
(Luffa cylindrica (L.) Roem.)

Sinonim:
L. aegyptica Mill.
L. pentandra Roxb,
L. cattupincinna Ser.,
l. faetida Sieb. Et Zucc.
L. petola Ser.,
Momordica cylirdrica L.

Familia:
Cucurbitaceae

Penyakit yang dapat diobati:
Sifat dan khasiat buah blustru rasanya manis, sifatnya sejuk, masuk meridian hati, lambung dan ginjal.
Buah blustru berkhasiat sebagai peluruh dahak, penghenti pendarahan (hemostatis), pencahar ringan (laksatif) serta membersihkan panas (panas yang teraba maupun perasaan panas di dalam) dan racun.
Biji blustru rasanya pahit, sifatnya dingin, dan beracun. Biji blustru berkhasiat untuk menghilangkan panas, peluruh kencing (diuretic),perangsang muntah (emetic), pencahar, pemberantas cacing perut (antelmintik), peluruh haid, dan merangsang pengeluaran ASI (laktagoga)
Daun berkhasiat untuk membersihkan darah dan peluruh haid. Bunga blustru rasanya manis, sedikit pahit, dan sifatnya dingin.
Sabut rasanya manis, sifatnya netral masuk meridian paru,lambung dan hati. Sabut berkhasiat sebagai peluruh dahak, penghilang rasa nyeri (analgesic), anti rematik, serta melancarkan sirkulasi darah dan syaraf.
Akar rasanya manis, sifatnya netral, berkhasiat melancarkan sirkulasi darah dan menghilangkan bengkak.
Batang rasanya pahit, sifatnya dingin, beracun, masuk meridian jantung, limpa, dan ginjal.
Batang berkhasiat melancarkan sirkulasi darah dan antelmintik. Ekstrak daun blustru 10% dapat meningkatkan kontraksi rahim marmot yang terpisah dibandingkan dengan efek sekole kornutum. Peningkatan tersebut bukan disebabkan oleh adanya ion Ca, Na dan K yang terdapat dalam ekstrak daun blustru. Perasan, infuse, dan ekstrak etanol buah blustru dapat menghambat motilitas clan viabilitas spermatozoa manusia normal in vitro. Pemberian isolate biji blustru berpengaruh dalam proses terhambatnya pembentukan sperma (spermatogenesis) mencit.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:
Bagian yang digunakan adalah seluruh bagian tumbuhan, seperti buah, kulit buah, tangkai buah, biji, sabut, daun, bunga, batang, dan akar.

INDIKASI:
Buah digunakan untuk mengatasi:
Demam, rasa haus, batuk sesak, keputihan, haid tidak teratur, air susu ibu (ASI) tidak lancar, sukar buang air besar, perdarahan seperti air seni berdarah dan mimisan, serta bisul.
Biji digunakan untuk mengatasi :
Muka, tangan, dan kaki bengkak (edema), batu saluran kencing, cacingan, sakit pinggang, dan wasir.
Daun digunakan untuk mengatasi;
Sesak nafas, tidak datang haid (amenore), radang testis (orkitis), luka bakar, bisul, dan digigit ular.
Kulit buah digunakan untuk mengatasi:
Bisul, abses daerah rectum (ujung usus besar), dan luka.
Bunga digunakan untuk mengatasi :
Batuk disertai sesak, sakit tenggorokan, sinusitis, wasir dan bisul.
Sabut digunakan untuk mengatasi :
Sakit dada, sakit perut, sakit pinggang, rematik sendi, pegal linu, batuk berdahak, tidak datang bulan, payudara bengkak, air susu ibu (ASI) sedikit, wasir, radang buah zakar (orkitis) dan bisul.
Arang dari sabut digunakan untuk :
Menghentikan pendarahan, seperti pendarahan diluar haid, air seni berdarah, dan berak darah.
Akar digunakan untuk mengatasi:
Migrain, sakit pinggang, sakit tenggorokan, bisul yang tidak mau pecah, dan payudara bengkak (mastitis).
Batang digunakan untuk mengatasi:
Rasa baal, haid tidak teratut, hidung berlendir dan bengkak (edema)
Tangkai buah digunakan untuk mengobati:
Cacar air pada anak-anak.

CARA PEMAKAIAN:

Untuk obat yang diminum ramuan dapat dibuat dengan cara berikut:
1. Direbus atau bakar 100-150 g buah segar atau 10-15 g buah kering (buah yang dibakar sampai menjadi serbuk)
2. Rebus atau gongseng 5-10 biji, lalu giling sampai menjadi serbuk.
3. Rebus atau giling 50-150 g daun segar. Daun yang digiling kemudian diperas dan air perasannya diminum. Cara lain, keringkan daun, lalu giling sampai menjadi serbuk.
4. Rebus 10-15 g bunga. Rebus atau panggang 10-15 g sabut. Sabut yang dipanggang lalu digiling sampai menjadi serbuk.
5. Rebus 50-150 g akar segar atau 5-15 g akar kering. Selain direbus, akar kering dapat digiling sampai menjadi serbuk.
6. Rebus 50-100 mg batang atau untuk dikeringkan menjadi serbuk.
Untuk pemakaian luar, oleskan air perasan buah segar ke tempat yang sakit. Selain itu, pengobatan dapat juga dilakukan dengan cara membubuhkan serbuk buah kering, biji, daun kering, sabut, atau batang ditempat yang sakit.
Air rebusan daun atau akar dapat digunakan untuk mencuci luka. Kulit buah yang dipanggang sampai kering lalu digiling halus dan ditambahkan arak secukupnya, dapat dioleskan ketempat yang sakit. Bunga segar yang digiling halus dapat ditempelkan ke tempat yang sakit.

CONTOH PEMAKAIAN ;

a. Haid tidak teratur
Cuci buah blustru sebesar 4 jari sampai bersih, lalu parut. Tambahkan ½ cangkir air masak dan seujung sendok the garam halus sambil diremas. Setelah tercampur rata, ramuan tadi diperas dan disaring. Air yang terkumpul diminum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.
b. Pelancar ASI
Masak buah blustru dan daun katuk menjadi sayur bening dan dapat dikonsumsi bersama nasi.
c. Sakit pinggang
1. Gongseng biji blustru secukupnya sampai hangus, lalu giling sampai halus dan masukkan ke dalam stoples. Jika akan digunakan, ambil sebanyak 10 g lalu masukkan ke dalam ½ seloki arak. Aduk merata, lalu endapkan. Airnya diminum sekaligus, sedangkan ampasnya dibubuhkan ke bagian pinggang yang sakit.
2. Cuci akar blustru secukupnya, lalu bakar dengan dialasi genting. Setelah kering, giling akar sampai menjadi serbuk dan masukkan ke dalam stoples. Setiap kali pemakaian ambil 10 g serbuk, lalu masukkan ke dalam ½ seloki arak hangat dan minum sekaligus.
d. Sesak nafas
Cuci selembar daun blustru muda yang masih segar sampai bersih. Selanjutnya, asapkan sebentar dan makan bersama nasi sebagai lalap. Lakukan sehari 2 kali.

Komposisi:
Buah mengandung saponin, triterpen, luffein (zat pahit), citrulline, dan cucurbitacin. Getah mengandung saponin, lendir, lemak, protein, xylan, dan vitamin (B dan C). Biji mengandung minyak lemak, squalene, a-spinasterol, cucurbitacin B, dan protein. Bunga mengandung glutamine, asam aspartat, arginin, lisin, dan alanin. Sabut mengandung xylan,xylose, mannosan, galactan, saponin, selulose, galaktosa, manitosa, dan vitamin (A, B dan C). Daun dan batang mengandung saponin dan tannin. Luffein berkhasiat sebagai pencahar ringan dan saponin triterpen mempunyai aktivitas spermatisidal (membunuh sperma) sehingga dapat dikembangkan sebagai obat kontrasepsi (program KB).

Iklan :

  ©

REMBES.com
- Todos os direitos reservados.

Template Modifikasi Renewable Energy | Topo