Magnetic Contactor DC Arus Searah
Kontaktor Magnet Arus Searah (DC)
Kontaktor magnet arus searah (DC) terdiri dari sebuah kumparan yang
intinya terbuat dari besi. Jadi bila arus listrik mengalir melalui
kumparan, maka inti besi akan menjadi magnet. Gaya magnet inilah yang
digunakan untuk menarik angker yang sekaligus menutup/ membuka kontak.
Bila arus listrik terputus ke kumparan, maka gaya magnet akan hilang dan
pegas akan menarik/menolak angker sehingga kontak kembali membuka atau
menutup.
Untuk merancang kontaktor arus searah yang besar dibutuhkan tegangan
kerja yang besar pula, namun hal ini akan mengakibatkan arus yang
melalui kumparan akan besar dan kontaktor akan cepat panas. Jadi
kontaktor magnet arus searah akan efisien pada tegangan kerja kecil
seperti 6 V, 12 V dan 24 V.


Gambar 1. Simbol dan gambar fisik kontaktor magnet DC
Bentuk fisik relay dikemas dengan wadah plastik transparan, memiliki dua
kontak SPDT (Single Pole Double Throgh) Gambar 2.1, satu kontak utama
dan dua kontak cabang). Relay jenis ini menggunakan tegangan DC 6V, 12
V, 24 V, dan 48 V. Juga tersedia dengan tegangan AC 220 V. Kemampuan
kontak mengalirkan arus listrik sangat terbatas kurang dari 5 ampere.
Untuk dapat mengalirkan arus daya yang besar untuk mengendalikan motor
induksi, relay dihubungkan dengan
Bila kontaktor untuk arus searah digunakan pada arus AC maka
kemagnetannya akan timbul dan hilang setiap saat mengikuti gelombang
arus AC