Listrik Tenaga Magnet Mini Romag Generator
Di era globalisasi , perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
sudah maju, tepatnya sejak ditemukan mesin uap oleh James Watt sebagai
cikal bakal dimulainya abad industrialisasi. Aktivitas Industri sekarang
ini lebih dominan menggunakan batubara, minyak bumi, dan gas sebagai
sumber pembangkit energy maupun pengubahan fungsi lahan hutan untuk
kepentingan manusia, hal tersebut akan berdampak pemanasan global (global warming).
Tidak hanya industri yang menimbulkan dampak tersebut, pembangkit
listrik seperti PLTN, PLTU, dan sejenisnya akan menimbulkan dampak
yang sama seperti dampak yang ditimbulkan oleh industri.
Akan tetapi, ada sumber energy yang ramah lingkungan, tidak akan
habis, dan bisa ditempatkan di mana saja, sumber energy tersebut adalah
PLTMP (Pembangkit Listrik Tenaga Magnet Permanen). Mungkin pembangkit
listrik solar cell dan pembangkit listrik tenaga angin yang mempunyai
kekurangan dari segi penempatannya , solar cell akan menghasilkan energy
listrik jika ditempatkan di daerah yang terdapat sinar matahari,
sedangkan pembangkit listrik tenaga angin harus ditempatkan di daerah
yang terdapat banyak angin seperti di daerah pantai atau lapangan
terbuka. Pembangkit listrik tenaga magnet permanen , inilah ide yang
diciptakan cukup banyak peneliti di Amerika dan Eropa di mana mereka
menyebutnya sebagai free energy generator karena tidak memerlukan
energi/biaya yang cukup banyak untuk menghasilkan listrik serta dapat
berlangsung secara terus-menerus pada waktu yang lama. Prinsip kerjanya
cukup sederhana, yaitu memanfaatkan gaya dari arah flux magnetik yang
berlawanan sebagai sumber energi yang dapat membuat magnet lainnya
bergerak. Jika flux magnet yang berlawanan tersebut disusun dari
beberapa buah magnet sedemikian rupa sehingga magnet-magnet yang
berfungsi sebagai stator memicu pergerakan dari magnet-magnet lainnya
yang berfungsi sebagai rotor. Kemudian dari bagian rotor ini dapat
disambungkan dengan bagian dari magnet lainnya yang berfungsi sebagai
generator walaupun sebenarnya magnet rotor tersebut juga bisa sekaligus
sebagai generator.
Salah satu penelitian yang cukup berhasil adalah oleh tim Jean-Louis Naudin yang membuat sistem Mini Romag Generator.
Mereka mengklaim bahwa ciptaannya dapat menghasilkan listrik hingga 24
Watt. Alat yang mereka buat menggunakan konsep yang sama dengan konsep
dasar pembangkit listrik tenaga magnet sederhana, namun perbedaannya
adalah pada magnet bagian stator yang digantikan oleh coil/lilitan
tembaga yang dialiri arus listrik sehingga dapat juga menimbulkan flux
medan magnet. Pada awalnya rotor harus diputar secara manual atau dengan
bantuan motor, sehingga listrik dapat dihasilkan dan pada coil stator
timbul flux medan magnet. Selanjutnya gerakan pemicu putaran dari motor
maupun secara manual dapat dihilangkan karena flux medan magnet dari
coil stator sudah dapat memutar rotor dengan sendirinya. Proses ini
menghasilkan listrik secara terus-menerus selama tidak ada gangguan luar
dan magnet masih dalam kondisi baik. Sistem ini bisa juga berfungsi
sebagai motor tanpa sumber tenaga listrik.
Terdapat kendala mengenai PLTMP di antaranya adalah masih
sulitnya magnet yang berukuran relatif kecil dan ringan, tetapi
memiliki kekuatan flux magnet yang sangat kuat, dan daya yang dihasilkan
masih kecil sehingga tidak efektif untuk pembangkit listrik dalam skala
besar. Walaupun memiliki cukup banyak kendala, pemangkit listrik tenaga
magnet ini jika berhasil, maka nantinya akan sangat efektif sebagai
pembangkit listrik yang sifatnya portable. Oleh karena itu generator ini
sangat cocok untuk dibawa bepergian seperti camping ke daerah yang
sulit mendapatkan aliran listrik, walaupun cocok juga untuk digunakan
sebagai sumber listrik pencahayaan di rumah. Ide ini juga bisa dijadikan
sebagai kipas angin tanpa energi listrik.