Khasiat Herbal Cabai Rawit
CABAI RAWIT
(Capsicum frutescens l.)
Sinonim:
C.fastigiatum BL,
C. minimum Roxb.
Familia;
Solanaceae
Penyakit yang dapat diobati:
Cabai rawit rasanya pedas, sifatnya panas, masuk meridian jantung dan pancreas. Tumbuhan ini berkhasiat tonik, stimulant kuat untuk jantung dan aliran darah, anti rematik, menghancurkan bekuan darah (anti koagulan), meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit )kalau digosokkan ke kulit akan menimbulkan rasa panas. Jadi digunakan sebagai campuran obat gosok, peluruh kentut (karminatif), peluruh keringat (diaforetik), peluruh liur, dan peluruh kencing (diuretic). Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans. Daya hambat ekstrak cabai rawit, 1mg/ml setara dengan 6,20 mcg/ml nistatin dalam formamid.
BAGIAN YANG DIGUNAKAN:
Seluruh bagian tumbuhan dapat digunakan sebagai tanaman obat, seperti buah, akar, daun, dan batang.
INDIKASI
Cabai rawit digunakan untuk:
Menambah nafsu makan, menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, batuk berdahak, melegakan rasa hidung tersumbat pppada sinusitis, migrain.
CARA PEMAKAIAN:
Untuk obat yang diminum:
Buah cabai rawit digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini cabai rawit dapat direbus atau dibuat bubuk dan pil.
Untuk pemakaian luar:
Rebus buah cabai rawit secukupnya, lalu uapnya dipakai untuk memanasi bagian tubuh yang sakit atau giling cabai rawit sampai halus, lalu turapkan kebagian tubuh yang sakit, seperti rematik, jari terasa nyeri karena kedinginan (frostbite). Gilingan daun yang diturapkan ke tempat sakit digunakan untuk mengobati sakit perut dan bisul.
CONTOH PEMAKAIAN DIMASYARAKAT:
1. Kaki dan tangan lemas (seperti lumpuh)
Sediakan 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang kaki ayam yang dipotong sedikit diatas lutut, 60 g kacang tanah, dan 6 butir hung cao. Bersihkan bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyak sampai bahan-bahan tersebut terendam seluruhnya (kira-kira 1cm diatasnya). Selanjutnya, tim ramuan tersebut. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari dua kali, masing-masing separo dari ramuan.
2. Sakit perut
Cuci daun muda segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sewdikit kapur sirih, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian perut yang sakit.
3. Rematik
Giling 10 buah cabai rawit sampai halus. Tambahkan ½ sendok teh kapur sirih dan air perasan sebuah jeruk nipis, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit.
4. Frosbite
Buang biji beberapa buah cabai rawit segar, lalu giling sampai halus, kemudian balurkan ke tempat yang sakit.
CATATAN:
Penderita penyakit saluran pencernaan, sakit tenggorokan, dan sakit mata dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi cabai rawit. Rasa pedas dilidah menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorphin (opiat endogen) yang dapat menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan perasaan lebih sehat. Hasil penelitian terbaru, cabai rawit mengurangi kecenderungan terjadinya penggumpalan darah (thrombosis), menurunkan kadar kolesterol dengan cara mengurangi produksi kolesterol dan trigliserida di hati. Pada system reproduksi, sifat cabai rawit yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk. Selain itu dengan kandungan zat antioksidan yang cukup tinggi (seperti vitamin C dan betakaroten), cabai rawit dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburasn (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.
Komposisi:
Buahnya mengandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid asiri, resin, minyak menguap, vitamin (A dan C). Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat untuk melancarkan aliran darah serta pematirasa kulit. Biji mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine, dan steroid saponin (kapsisidin). Kapsisidin berkhasiat sebagai antibiotic.