Khasiat Herbal Jarak
JARAK
(Ricinus communis Linn.)
Sinonim:
R. Inermis et lividus, Jacq.
R. specious, Burm.
R. viridis, Willd.
Croton spinosa, Linn.
Familia:
Auphorbiaceae
Penyakit yang dapat diobati:
Kanker rahim, Kanker kulit, sulit buang air besar, sulit melahirkan, tbc, bisul, koreng, scabies, infeksi jamur, jerawat, lumpuh otot muka, gatal, batuk hernia, bengkak, rheumatic, tetanus, bronchitis.
Bagian yang dipakai:
Biji, akar, daun dan minyak dari bijinya.
KEGUNAAN:
Biji:
Kesulitan buang air besar (constipation), kanker mulut rahim dan kulit (carcinoma of cervix and skin), visceroptosis/gastroptosis, kesulitan melahirkan dan retensi placenta/ari-ari, kelumpuhan otot muka, TBC kelenjar, bisul, koreng,scabies dan infeksi jamur. Juga dipakai pada bengkak (endema).
Daun:
Koreng, eczema, gatal (pruritus), batuk sesak, hernia.
Akar:
Rheumatik sendi, tetanus, epilepsy, bronchitis pada anak-anak, luka terpukul, TBC kelenjar, schizophrenia (gangguan jiwa).
Minyak :
Constipasi, koreng, luka bakar.
CARA PEMAKAIAN:
Biji:
1. Koreng:
Biji jarak dibuang kulitnya, dilumatkan menjadi berbentuk bubur, ditambah sedikit garam dan diaduk rata. Tempelkan di tempat sakit sehari 2 kali.
2. Prolapsus uterus dan rectum:
Lumatkan biji jarak dan dipakai/ditempelkan pada titik Pai hui yang terletak di kepala.
3. Kesulitan melahirkan dan retensi placenta:
Lumatkan biji jarak dan tempelkan ke titik akunpuntur Yungchuan (VIII/1=K-1) yang terletak ditengah-tengah telapak kaki.
4. Kelumpuhan otot wajah:
Lumatkan biji jarak, tempelkan pada sendi mandibular dan lengkungan mulut, 1X per hari selama 10 hari.
5. Kanker cervix:
Salep/cream berisi 3-50/o ricin & 3% dimethyl sulfoxide, dioleskan pada kanker cervix 1X/hari, 5-6 /minggu untuk 1-2 bulan. Dilakukan sersama-sama dengan penyinaran extracorporal.
Efek samping:
Nyeri perut, gatal pada liang kemaluan, gatal seluruh tubuh, eczema, biduran (urticaria), serak, pembengkakan larynx, gatal pada tenggorokan, pengelupasan kulit telapak tangan dan kaki, menggigil, demam, yang hilang dengan obat-obat symptomatic.
Daun:
Pemakaian luar : Direbus, airnya untuk dicuci atau dilumatkan, tempel.
Bengkak : Daun dikukus matang, dibungkus ditempat yang sakit.
Hernia : Daun + sedikit garam dilumatkan tempelkan dititik tengah telapak kaki.
Koreng : Daun segar direndam air panas sampai lemas, tempelkan ke tempat sakit.
Minyak :
Constipasi :
Anak-anak 4 ml dan dewasa 5-20 ml, minum pagi hari sewaktu perut kosong. Wanita hamil dan sedang haid dilarang minum (Sebab kongesti ringan pada organ panggul)
Akar:
15-30 g, rebus atau ditim, minum.
Pemakaian luar: Dilumatkan, tempel.
Rheumatik persendian, epilepsy : 15-30 gram akar direbus, minum.
Pegal-pegal, luka terpukul:
9-12 gram akar kering, rebus.
GEJALA KERACUNAN:
Sakit kepala, muntah berak, panas,leukositosis, gambaran darah putih begeser kekiri, produksi kencing terhenti, keringat dingin, kejang-kejang, prostration, meninggal. Kematian dapa terjadi dengan menelan 20 biji jarak pada orang dewasa dan 2-7 biji pada anak-anak. Menghilangkan racunnya dilakukan dengan cara memanaskan 100C atau lebih selama 20 menit atau direbus selama 2 jam. Tetapi khasiat anti kanker hilang dengan pemanasan.
Komposisi:
Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Biji : Rasa manis, pedas, netral. Biji segar sangat beracun, yang hilang dengan cara direbus selama 2 jam atau dengan pemanasan 100’C selama 20 menit. Anti radang, pencahar (purgative actions), koreksi prolaps, anti neoplastik (anti kanker), menghilangkan racun (eliminates toxin).
Akar: bersifat penenang, anti rheumatic.
Kandungan kimia:
Biji : Minyak ricinic 40-50% dengan kandungan glycerida dari ricinoleic acid, isoricinoleic acid, oleic acid, linolenic acid, dan strearic acid. Juga mengandung ricinine, sejumlah kecil cytochrome C, Lipase dan beberapa enzim. Disamping ricin D, dengan cara pemurnian bertingkat didapat acidic ricin dan basic ricin.
Daun : Kaemferol 3 rutinoside, nicotiflorin, isoquercitrin, rutin, kaempferol, quercetin, astragalin, reynoutrin, ricinine, vit. C 275mg %.
Minyak : Ricinoleic acid 80%, palmitic acid, stearic acid, linoleic acid, linolenic acid, dihidroxystearic acid, tricinolein 68,2 %, diricinolein 28%, monoricinolein 2,9%, nonricinolein 0,9%.
Akar : Methyltrans 2 decene 4,6,8 triynoate, 1-tridecene-3,5,7,9,11-pentyne, beta-sitosterol.