Khasiat Herbal Inggu
INGGU
(Ruta angustifolia (L.) Pers)
Sinonim:
R.chalepensis L. var. angustifolia
R.graveolens.
Familia:
Rutaceae
Penyakit yang dapat diobati :
Demam, influenza, batuk, radang paru-paru, ayan (epilepsy), hepatitis, kejang pada anak, kecikutan (singultus, hiccup), kolik, cacaingan, histeri (hysteria), nyeri ulu hati, nyeri dada dan hernia, bisul, haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrhea), radang kulit bernanah, memar akibat benturan benda keras, gigitan ular berbisa dan serangga, keracunan obat dan racun, pelebaran pembuluh darah balik (vena varikosa), radang vena (flebitis).
BAGIAN YANG DIGUNAKAN.
Seluruh herba dapat digunakan baik dalam bentuk segar atau yang telah dikeringkan. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur memakai naungan. Herba ini rasanya memualkan.
INDIKASI:
Herba ini dapat mengatasi:
1. Demam, influenza
2. Batuk, radang paru
3. Kejang pada anak, ayan
4. Kecikutan (singultus, hiccup), kolik
5. Histeri (hysteria)
6. Menghilangkan nyeri seperti nyeri ulu hati, dada, dan hernia
7. Hepatitis
8. Haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrhoea)
9. Eczema pada anak, bisul, radang kulit bernanah
10. Memar akibat terbentur benda keras
11. Gigitan ular berbisa dan serangga
12. Keracunan obat atau racun lain yang mematikan
13. Radang Vena (flebitis), pelebaran pembuluh darah balik (vena varikosa)
14. Cacingan
CARA PEMAKAIAN :
Herba sebanyak 10-15 gram direbus, lalu diminum.
Untuk pemakaian luar, herba segar digiling atau diremas-remas, lalu dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit seperti pengobatan pada sakit kepala, kejang pada anak, ketombe, gudig, sakit telinga, sakit gigi, bisul, memar, dan rematik, Oleh karena herba ini rasanya pedas maka pemakaian local terlalu banyak dapat menyebabkan warna kulit menjadi merah, membengkak, dan kadang timbul lepuh. Minyak atsirinya juga dapat digunakan sebagai minyak gosok untuk menghilangkan rasa nyeri pada bagian tubuh yang sakit.
CONTOH PEMAKAIAN:
1. Demam :
Sebanyak ½ genggam herba inggu segar dicuci lalu rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa ¾ bagian. Setelah dingin lalu saring, dapat ditambah madu sebelum diminum. Sehari 3 kali masing-masssing ¾ gelas.
2. Kejang pada anak
a. Sebanyak 15-20 gram daun inggu segar dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk dua kali minum, yaitu pagi dan sore hari.
b. Sebanyak 10 lembar daun inggu dicuci bersih dan digiling sampai halus. Tambahkan cuka seperlunya, remas sampai merata. Setelah selesai, adonan tadi dipakai untuk mengompress ubun-ubun anak yang sedang kejang.
3. Nyeri ulu hati
Sebanyak 15 g herba inggu segar dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Lalu diminum sekaligus.
4. Merangsang haid
Sebanyak 28 g herba inggu kering direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Setiap kali minum ½ gelas.
5. Kecikukan
Sebanyak 3/5 genggam daun inggu dicuci, lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya menjadi ¾ bgian. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing ¾ gelas. Setiap kali minum dapat ditambahkan madu secukupnya.
6. Sakit telinga
Tiga genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Tumbuk halus, kemudian peras dengan sepotong kain. Air perasannya diteteskan pada telinga yang sakit.
7. Sakit kepala
Satu genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu ditumbuk sampai lumat. Hasilnya dibagi dua sama banyaknya, tempelkan pada kedua pelipis.
8. Sakit gigi
Tiga lembar daun inggu segar dicuci bersih. Lalu dibilas dengan air matang. Lumatkan dengan jari sampai lunak. Masukkan ke dalam lubang gigi lalu ditutup dengan kapas.
9. Ketombe, gudig.
Segenggam daun segar, sepotong kunyit dan 1 sendok teh beras dicuci bersih lalu digiling halus sampai seperti bubur. Gosokkan pada kulit kepala atau kulit yang terkena gudig.
10. Bisul
Segenggam daun inggu dicuci bersih lalu digiling halus. Hasil gilingannya diperas dan air perasannya ini dicampur dengan bubuk indigo. Gunakan untuk memoles bisul.
11. Hepatitis
Daun inggu segar sebanyak 1/3 genggam dicuci bersih, lalu tambahkan 3 gelas air bersih kemudian direbus sampai airnya tersisa separo. Kemudian diminum.
Komposisi:
Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Herba rasanya pedas, agak pahit, dingin. Minyak atsirinya mengandung oleum rutae, rasanya pahit, pedas, dan memualkan, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alcohol dan eter.
Kandungan kimia:
Minyak atsiri mengandung metal-nonilketone sampai 90%, ketone, pinea, 1-limonena, cineol,asam rutinat, kokusaginine, edulinine, skimmianine, bergapten, graveoline, graveolinine,asam modic, rutin, rhamno glikosid, quersetin flavenol,xanthotoxin, sedikit tannin. Minyak atsiri digunakan juga pada industry kosmetika, eperti pembuatan sabun, krim, dan wangi-wangian.
Efek farmakologis dan hasil penelitian:
1. Sejumlah percobaan pada binatang menunjukkan bahwa zat berkhasiat furoquinoline alkaloid skimmianine dapat menyebabkan keguguran. Hal ini diduga akibat efek stimulasi langsung pada otot kandungan (uterus).
2. Dari hasil penelitian perkembangan folikel ovarium mencit pada periode pasca lahir yang diberikan suntikan ekstrak daun inggu dengan dosis 8mg/100g bb, ternyata pada ovarium mencit berumur 21, 35, dan 49 hari terjadi penurunan jumlah folikel primer, sekunder van de graff, sedang jumlah folikel atresia meningkat. Hal ini diduga karena inggu bersifat estrogenic (Maria Esti Taruni, Fakultas Biologi UGM, 1993)
3. Pemberian ekstrak daun inggu subkutan pada mencit dengan kehamilan 4-5 hari dengan dosis 0,008mglb bb, pada uterus tampak peningkatan vaskularisasi, hemoragi, hyperplasia endometrium, perubahan glandula uterine, edema lamina propria endometrium, tidak terbentuknya sel raksasa, dan tebal miometrium bertambah. Keadaan tersebut hamper sama dengan pemberian estradiol benzoas.